Bogor, 15 September 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. Femaz Zulfan Abiratama, mahasiswa Program D3 Perhotelan, berhasil meraih juara kedua kategori Making Bed and Towel Art jenjang pelajar pada HOSPICOM 2026 yang diselenggarakan di Bogor Great Mall, Kota Bogor, pada Selasa, 15 September 2026. Capaian ini menambah deretan prestasi mahasiswa STP Bogor di ajang kompetensi hospitality tingkat nasional sekaligus menegaskan daya saing lulusan kampus pariwisata dan perhotelan tersebut.
HOSPICOM 2026 atau Hospitality Competition merupakan ajang kolaborasi IHKA Bogor dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor yang mengusung semangat “Dari Bogor Untuk Indonesia”. Kategori Making Bed and Towel Art menguji ketelitian peserta dalam menata ranjang sesuai standar hotel kelas dunia, mulai dari tegangan seprai yang rata tanpa kerutan, lipatan hospital corners yang tajam dan identik di setiap sisi, hingga simetri selimut yang seimbang, seluruhnya dikerjakan dalam tekanan waktu yang ketat. Peserta juga dituntut menampilkan kreativitas melalui towel art, yaitu seni membentuk handuk menjadi ornamen dekoratif seperti angsa dan gajah yang menjadi sentuhan istimewa bagi tamu hotel. Kompetisi tahun ini diikuti seratus peserta dari empat puluh delapan institusi yang terdiri atas profesional industri perhotelan serta pelajar dari jenjang mahasiswa dan Sekolah Menengah Kejuruan.
Di tengah persaingan yang ketat tersebut, Femaz tampil tenang dan konsisten sejak babak pertama hingga babak kedua. Ketepatan teknik yang ditunjukkan mahasiswa ini merupakan hasil dari latihan berulang di ruang praktik kampus yang menerapkan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen kelas. Bimbingan dosen housekeeping, termasuk Diah Renata Anggraeni yang akrab disapa Mam Reni, turut membentuk ketelitian, kecepatan, dan karakter kerja profesional yang menjadi pembeda di meja penilaian. Femaz menyampaikan bahwa pencapaian ini dipersembahkan bagi keluarga, dosen, dan seluruh civitas akademika STP Bogor, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengasah kompetensi hingga siap bersaing di industri perhotelan internasional.
Pencapaian Femaz juga menjadi bukti keselarasan antara kurikulum kampus dan standar yang berlaku di dunia usaha. Penilaian juri yang berasal dari praktisi industri memastikan bahwa kompetensi yang diuji benar-benar mencerminkan kebutuhan hotel berbintang, sehingga gelar juara yang diraih mahasiswa STP Bogor memiliki bobot profesional yang diakui luas. Melalui ajang ini, jaringan antara kampus, asosiasi profesi Indonesian Housekeepers Association, dan industri perhotelan semakin kuat dalam menyiapkan sumber daya manusia hospitality yang unggul.
Prestasi Femaz Zulfan Abiratama pada HOSPICOM 2026 dengan demikian menunjukkan pembuktian bahwa keunggulan tidak lahir dari kebetulan. Ketekunan berlatih, metode pembelajaran berbasis praktik, dan bimbingan dosen yang berpengalaman berpadu menghasilkan pencapaian yang diakui oleh industri. STP Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pariwisata dan perhotelan yang melahirkan talenta siap kerja dan berprestasi, dari Bogor untuk Indonesia.