Memahami pariwisata bukan hanya tentang mengenal destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Di balik sebuah destinasi, terdapat pengelolaan operasional, sistem logistik, koordinasi berbagai pihak, hingga tata kelola yang menentukan bagaimana sebuah kawasan wisata dapat memberikan pengalaman bagi pengunjung.
Pemahaman tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor melalui kegiatan field trip ke Malang pada 4–8 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa aktif S1 Pariwisata semester 5, bersama beberapa dosen STP Bogor. Perjalanan dari Bogor menuju Malang dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang menghubungkan materi akademik dengan kondisi nyata di lapangan. Malang dipilih karena memiliki beragam karakteristik destinasi yang memungkinkan mahasiswa mengamati dan menganalisis pengelolaan pariwisata dari berbagai sudut pandang.
Selama lima hari perjalanan, mahasiswa mengikuti rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi dengan pengalaman wisata yang berbeda. Agenda perjalanan mencakup tantangan offroad di Coban Talun, kunjungan ke Pasar Klojen, pengalaman menikmati matahari terbit di Gunung Bromo melalui jalur Sukapura, serta waktu untuk menjelajahi kawasan bersejarah Kayutangan.
Rangkaian tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana destinasi wisata menawarkan pengalaman yang beragam, mulai dari wisata alam dan aktivitas petualangan hingga wisata perkotaan, kawasan bersejarah, serta wisata berbasis produk lokal.
Field trip ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan untuk mengunjungi berbagai tempat wisata. Melalui observasi lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analisis kritis dalam memahami persoalan operasional, manajemen risiko, logistik, serta tata kelola pariwisata.
Pengalaman tersebut juga memberikan perspektif mengenai tantangan yang mungkin muncul ketika sebuah destinasi mengelola aktivitas wisata, melayani pengunjung, dan mengoordinasikan berbagai kebutuhan operasional.
Selain memperkuat pemahaman akademik, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa membangun pola pikir yang lebih terstruktur ketika menghadapi persoalan dan mengambil keputusan.
Melalui field trip ke Malang, STP Bogor memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Pembelajaran melalui pengalaman langsung menjadi pelengkap proses akademik di kampus. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kondisi destinasi, memahami tantangan di lapangan, dan melihat bagaimana pengelolaan pariwisata membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan analisis, komunikasi, serta kerja sama.
Melalui pembelajaran di kelas dan pengalaman langsung di lapangan, STP Bogor terus mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi profesional pariwisata yang kritis, adaptif, dan memahami dinamika industri.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami pengelolaan destinasi, industri perjalanan, dan pengembangan pariwisata, pengalaman belajar seperti ini menjadi salah satu gambaran bagaimana pengetahuan akademik dapat diperkaya melalui observasi dan pengalaman nyata. Pendaftaran mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 perkuliahan Februari 2027 masih dibuka! Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru, bisa langsung kuliah. S1 Pariwisata STP Bogor terakreditasi Baik Sekali dengan 90% alumni mendapat pekerjaan setelah 3 bulan lulus dari STP Bogor. Informasi pendaftaran 0811-1162-647 Tasya.