Pendidikan perhotelan tidak selalu membawa lulusannya pada satu jalur karier yang sama. Ada yang melanjutkan perjalanan sebagai profesional hotel, ada pula yang mengembangkan kompetensinya di bidang pendidikan. Perjalanan Anjar Anggiatna, alumni Program Studi D3 Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor, menjadi salah satu contohnya.
Saat ini, Anjar menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMK Darmawan. Sejak 2019, ia telah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya selama kuliah ke dalam proses pembelajaran bagi siswa.
Selama menempuh pendidikan D3 Perhotelan di STP Bogor, Anjar mendapatkan kesempatan menjalani magang di dua hotel, yaitu Hyatt Regency Yogyakarta dan InterContinental Bandung Dago Pakar, keduanya di departemen Pastry.
Pengalaman di dua lingkungan hotel tersebut menjadi bagian dari prosesnya mengenal dunia kerja perhotelan secara langsung. Bagi mahasiswa yang mendalami bidang pastry, pengalaman industri menjadi kesempatan untuk menerapkan keterampilan, memahami standar kerja, serta mengenal tuntutan operasional yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran teori.
Praktik dan magang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membiasakan diri dengan lingkungan profesional, mengembangkan keterampilan teknis, serta memahami pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja. Pengalaman inilah yang menjadi salah satu bekal Anjar sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Salah satu bagian menarik dari perjalanan Anjar adalah ia sudah mulai bekerja di salah satu hotel di Kota Bogor sebelum menyelesaikan kuliahnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana proses pendidikan dan pengenalan industri dapat berjalan beriringan. Mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk menyelesaikan studi, tetapi juga mulai mengenal tanggung jawab profesional dan membangun pengalaman kerja.
Setelah lulus, Anjar kembali bergabung dengan InterContinental Bandung Dago Pakar sebagai Daily Worker (DW) di departemen Pastry.
Perjalanan ini memperlihatkan bahwa pengalaman praktik bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengenali kemampuan diri, memahami standar industri, dan mempersiapkan langkah karier berikutnya.
Pada 2019, Anjar memulai perjalanan baru sebagai tenaga pendidik di SMK Darmawan. Hingga kini, ia masih menjalankan peran tersebut dan dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Peralihan dari industri perhotelan ke dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Kompetensi yang dahulu ia pelajari dan terapkan dalam lingkungan kerja hotel kini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Menurut Anjar, peran kampus sangat penting dalam perjalanan kariernya.
“Perannya sangat penting karena kompetensi yang didapatkan selama kuliah menjadi bekal untuk saya terapkan dalam pembelajaran di SMK.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa manfaat pendidikan vokasi tidak berhenti ketika mahasiswa menerima ijazah. Pengetahuan dan keterampilan yang dibangun selama kuliah dapat terus digunakan, bahkan ketika seseorang mengembangkan karier di bidang yang berbeda dari pengalaman kerja pertamanya.
Perjalanan Anjar menjadi salah satu gambaran nyata pentingnya pengalaman praktik dalam pendidikan perhotelan. Hal yang menarik, kompetensi tersebut tidak hanya berguna ketika bekerja di hotel. Anjar juga membawanya ke ruang kelas, tempat ia ikut berperan dalam menyiapkan generasi siswa berikutnya.
Inilah salah satu nilai penting pendidikan berbasis praktik: keterampilan yang dipelajari tidak hanya digunakan untuk mendapatkan pekerjaan pertama, tetapi dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan karier dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan, Anjar berpesan agar waktu selama berada di kampus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.
“Manfaatkanlah waktu selama di kampus untuk belajar mengasah kemampuan kalian dengan baik, karena itu menjadi bekal yang sangat bermanfaat setelah lulus.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa kuliah merupakan kesempatan untuk membangun fondasi profesional. Keterampilan yang diasah, pengalaman yang diperoleh, dan kesungguhan dalam mengikuti proses pembelajaran dapat memberikan manfaat jauh setelah masa studi berakhir.
Perjalanan setiap mahasiswa tentu berbeda. Namun, kemampuan untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan memanfaatkan setiap kesempatan menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja maupun membangun jalur karier yang baru.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, kisah Anjar menunjukkan bahwa pendidikan perhotelan dapat membuka ruang untuk berbagai kemungkinan karier. Kompetensi yang diperoleh tidak hanya relevan untuk bekerja di hotel, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk berkembang di bidang lain, termasuk pendidikan.
STP Bogor memandang proses pembelajaran sebagai bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Sebab, memilih kampus bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang membangun kemampuan yang akan dibawa sepanjang perjalanan karier.
Ingin memulai perjalananmu di dunia hospitality dan pariwisata? Kenali program pendidikan STP Bogor dan temukan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran yang terhubung dengan praktik industri.