Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor telah berhasil menyelenggarakan Webinar Internasional antara Indonesia, Malaysia dan Kanada

Bogor, Sabtu (30/1) Webinar Internasional bertajuk “Hospitality & Tourism Recovery Strategy During Covid-19 Pandemic Situation” digelar melalui ZOOM meeting dan disiarkan langsung melalui saluran youtube Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Dr. Frans Teguh, MA (Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan, Konservasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), Dr. Mohd Hafiz Mohd Hanafiah (Wakil Dekan Universiti Teknologi MARA Malaysia), dan Dr. Paul Willie (Dosen Program Bisnis Administrasi Perhotelan Niagara College Canada) dan Samuel, S.ST.Par., MM.Par bertindak sebagai moderator.
Samuel, S.ST.Par., MM.Par mempersilahkan Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, Mellia Janeetica, MM untuk membuka acara secara simbolis dan memperkenalkan ketiga pembicara yang berasal dari tiga negara yaitu Jakarta, Malaysia dan Canada. Dr. Frans Teguh sebagai pembicara pertama menyampaikan materinya dalam tiga garis besar yaitu strategi pendekatan dan isu, strategi formulasi pengukuran dan perilaku pariwisata, dan strategi dan perspektif masa depan. Beliau menyampaikan bahwa industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan industri yang cepat menguap dengan berbagai permasalahan yang harus dihadapi untuk mencapai kestabilan yang berkelanjutan.
Webinar Internasional ini juga didukung oleh Bima Arya selaku walikota Bogor yang kebetulan berhalangan untuk ikut hadir dalam pertemuan online tersebut sehingga hanya mengirimkan sebuah video sambutan yang menyatakan kondisi pariwisata dan perhotelan yang terjadi selama pandemi di Kota Bogor dan sekitarnya. Bima Arya menyatakan bahwa menggandeng semua elemen yang mampu berperan untuk menjaga kestabilan setiap aktivitas dengan memprioritaskan protokol kesehatan.
Selanjutnya, Dr. Hafiz dari Malaysia sebagai pembicara kedua menyampaikan kedatangan wisatawan internasional dari Januari hingga Oktober 2020 turun 72 persen secara global dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Rachmat juga menjelaskan bisnis pariwisata perlu belajar dan belajar kembali dengan cepat dan bersiap untuk memenuhi permintaan dan perilaku turis pasca COVID-19 orang akan melakukan perjalanan lagi, tetapi perilaku perjalanan mereka akan berubah.
“Pemerintah perlu memberikan bimbingan dan dukungan berkelanjutan untuk sektor pariwisata, termasuk penyelenggara acara dan pameran pariwisata.” Jelas Dr. Hafiz. “Kita perlu segera menjalankan solusi jangka pendek sebelum resolusi yang lebih permanen dapat mengambil jalannya bahwa industri pariwisata dalam bahaya”
Salah satu Dosen yang mengajar di Niagara College, Dr. Paul Willie sebagai pembicara terakhir dari webinar internasional ini menyampaikan bahwa presentasinya akan mengeksplorasi bagaimana industri Perhotelan dan Pariwisata hanya akan pulih setelah kasus COVID-19 diturunkan; Begitu jumlah kasus turun secara signifikan, Willie yakin industri harus melihat nilai positif dalam metrik kinerja utama dan indikator ekonomi.
“Karena itu, begitu perekonomian dimulai, kami akan melihat pemulihan sedang berlangsung di semua sektor industri Perhotelan dan Pariwisata,” kata Willie. “Ceteris Parabis – semua hal lain dianggap setara – kita harus memulihkan dan menjaga kepercayaan dan kepercayaan konsumen. Calon tamu harus menganggap nilai risiko rendah sehubungan dengan infeksi / penularan COVID-19 yang terjadi di pesawat, di hotel, atau di tempat layanan makanan. Strategi komunikasi yang efektif oleh para pemain industri kami akan menjadi sangat penting di bulan-bulan mendatang. ”
Masing – masing sesi di akhir dengan sesi tanya jawab sehingga partisipan dapat menyampaikan pertanyaan dan dijawab langsung oleh masing-masing pembicara. Seluruh peserta yang berjumlah hampir 1000 peserta zoom meeting dan pemirsa youtube (300-an) yang berasal dari berbagai daerah dan pelosok negeri merasa sangat puas dengan paparan pemateri dan moderator.
Webinar Internasional ini diharapkan mampu memberikan gambaran bagaimana industri pariwisata dan perhotelan dapat tetap bertahan dan semakin berkembang seiring dengan penanganan kasus covid-19.
International Webinar “Hospitality & Tourism Recovery Strategy During Covid-19 Pandemic Situation” mendapatkan dukungan dari Hotel Salak The Heritage, Den Haag Café, Tuquh.co, Universitas Bunda Mulia, Akademi Pariwisata Bunda Mulia, STIPRAM Yogyakarta. Acara ini juga bekerjasama dengan media partner dari Info Seminar Online, Webinar Nasional, Info Seminar, Event Campus, Event Mahasiswa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat via What'sApp Klik Disini!