Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

Kemenparekraf dan STP-Bogor Lakukan Pendampingan Desa Wisata Sukajadi Regional 1B (Jawa)

BOGOR, INFODESAKU – Kemenparekraf lewat Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan bersama Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor (STP-Bogor) memberikan pembinaan terhadap pengurus Desa Wisata Sukajadi, Kecamatan Tamansari, kabupaten Bogor. Pembinaan dilakukan melalui Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendampingan desa wisata regional 1B (Jawa) acara digelar di Hotel Padjadjaran Suites Resort And Convention Hotel, Jum’at, (23/10).

Pantauan Media kegiatan turut dihadiri Desty Murniati, SE., MM (Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Regional 1 Kemenpaerekraf), Deni Anwar (Ketua Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Bogor) dan pihak STP Bogor menerjunkan banyak dosen yang menjadi narasumber diantaranya Dina Mayasari, SE., M.Par (Pengembangan Attraction, Homestay & Amenitas), Maidar Simanihuruk, M.Pd., M.Par (Sapta Pesona), Sekti Raharjo, S.E., M.M (Attraksi Wisata), Sri Pujiastuti, SE., M.Par ( Pelayanan Prima) dan Yuviniani Kusumawardhani, S.E., M.Si (CHSE, Clean, Healty, Safety dan Environment)+Akseisibiltas.

Sebelum kegiatan dimulai, Dengan menerapkan protokoler kesehatan Covid-19 para tamu undangan dan peserta dilakukan cek suhu tubuh dan rapid test guna mencegah penularan Covid-19. Alhasil semua yang datang dinyatakan negatif sehingga dapat mengikuti kegiatan sesuai harapan.

Saat diwawancara, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Regional 1B (Jawa) dari Direktorat SDM Pariwisata Kemenparekraf Desty Murniati mengatakan, program ini merupakan bagian dari pendampingan desa wisata.

“Tujuannya, dosen-dosen Fakultas Pariwisata kan ada pengabdian di desa wisata. Kami memfasilitasi pengetahuan terbaru terkait dunia wisata seperti konsep Clean, Health, Safety dan Environment (CHSE),” sebut Desty.
Nantinya, dosen-dosen itu akan menginformasikan tentang CHSE ke Pengurus desa Wisata untuk diterapkan ke industri wisata agar masyarakat dapat mampu mempromosikan produknya.

Masih kata Desty. Wisata di Desa Sukajadi telah masuk kategori Desa wisata berkembang sehingga adanya pendampingan ini kedepannya diharapkan menjadi desa wisata mandiri. Dan parawisatawan yang datang kedesa sukajadi terus berkelanjutan tertarik untuk datang kembali.

Puji Sriastuti dirinya mengatakan mengucapkan terimakasih kepada kemenparekraf telah memfasilitasi pendampingan kepada desa wisata khususnya desa sukajadi, sebelumnya kami telah merealisasikan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan desa tersebut seharusnya kami melakukan pendampingan ke desa namun adanya pandemi covid-19 kami melakukan survey terlebih dahulu. Kami dari Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LPPM) STP Bogor melibatkan semua dosen untuk terjun langsung kelapangan kepada desa sehingga desa itu menjadi desa yang maju, sadar akan potensi wisata desa diwilyahnya. Disinilah kami akademisi untuk memaving potensi apa saja yang ada di desa yang dapat dikembangkan. Dan untuk saat ini kami lakukan pendampingan dari sisi sadar wisata, sapta pesona, mempotensikan produk wisata pariwisatanya nanti hasil dari hari ini akan berakhir untuk kegiatan berikutnya, kami harapkan satu visi misi terlebih dahulu dengan pihak pemerintah desa dan pengurus desa wisata setelah itu akan enjoy terealisasinya.

“Adanya bimbingan teknis pendampingan desa wisata diharapkan Desa sukajadi dapat menyiapkan diri dalam menyambut era new normal Adapatsi Kebiasaan Baru (AKB) sehingga wisatawan dapat melaksanakan kegiatan wisata secara aman. pendampingan di desa wisata merupakan pilar pengabdian di tengah masyarakat. ” ujar Puji akrab disapa Mba Cici.

Diwaktu bersamaan, Deni Ketua Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Bogor. Dirinya menuturkan dirinya berharap desa sukajadi kedepannya adanya pendampingan ini masyarakat dapat terangkat dari segi SDMnya, terbantukan konsep tata kelola destinasi wisatanya sehingga dapat berdampak secara positif ketika para masyarakat ini mengimplementasikan terhadap wisatawan dari pendampingan oleh akademisi.

“Dari 426 Desa Se-kabupaten bogor yang telah terbentuk desa wisata berjumlah 32 desa wisata salahsatunya Desa Sukajadi. Dari 32 desa wisata ini memiliki potensial dan telah melalui kualifikasi menjadi desa wisata. Diharapkan tidak hanya desa sukajadi saja, 426 desa sekabupaten bogor menjadi desa wisata yang potensial. Berbicara desa wisata itu Pentahelik ada bagian ranah akademisi yang harus berkolaborasi dengan desa, kami pihak asosiasi melihat bahwa ada kepentingan khusus yang ditingkatkan dari peningkatan kapasitasnya yang harus ditangani oleh akademisi, jadi mengenai sepesipiknya desa sukajadi sangat dibutuhkan sentuhan tangan-tangan akademisi.” Imbuhnya.

Salahsatu peserta, pengurus desa wisata sukajadi, Altayani dirinya mengatakan mengucapkan terimakasih atas bimbingannya dari STP-Bogor yang difasilitasi oleh kemenparekraf, ini tahap awal untuk kedepannya mudah-mudahan dapat berkembang lagi dimasyarakat. Tindaklanjutnya setelah kegiatan bimtek hari ini, mudahan-mudahan setelah pilkades siapapun kepala desa sukajadi yang terpilih pihak pemerintah desa mendukung program desa wisata.

“Harapan kami sebagai pengurus insyaAllah akan lebih ditingkatkan lagi oleh para pegiatnya. Kepada kepala desa yang terpilih lebih peduli lagi terhadap pariwisata yang memang potensial Di Desa Wisata Sukajadi.” Pungkasnya.

 

Laporan : Fauzi

(Sumber : https://www.infodesaku.co.id/2020/10/24/kemenparekraf-dan-stp-bogor-lakukan-pendampingan-desa-wisata-sukajadi-regional-1b-jawa/)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat via What'sApp Klik Disini!