Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

FGD Review Kurikulum Sarjana Terapan Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

Focus Group Discussion (FGD) review kurikulum Sarjana Terapan Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dilaksanakan pada Kamis (24/06/2021) secara daring dan luring. FGD ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan FGD yang dilaksanakan agar kurikulum program Sarjana Terapan Perhotelan ini sesuai dengan visi program studi tersebut, yaitu menjadi Program Studi Sarjana Terapan Perhotelan yang unggul dan berkualitas berkewirausahaan serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas manajerial perhotelan dan berdaya saing global di tahun 2030.

FGD Pengembangan Kurikulum ini dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor Seruni Dinitri, S.K.M, M.Par. Dalam sambutannya, Ketua STP Bogor berharap review kurikulum yang dirancang ini bisa menjembati antara kebutuhan industri dan program pemerintah dalam hal mencetak entrepreneur muda di Indonesia. Diharapkan nantinya alumni Sarjana Terapan Perhotelan harus kreatif dan inovatif dalam mencari peluang kerja serta menciptakan peluang-peluang kerja di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri HRM Royal Tulip Gunung Geulis Yogi, Owner D’Colonel Resto sekaligus alumni Angga Bachtiar, Wakil Ketua I Bidang Akademik Dina Hariani, S.Hum, M.Par serta dosen dari Program Studi Sarjana Sarjana Terapan Perhotelan. Ketua Program Studi D4 Maidar Simanihuruk, M.Pd, M.Par menjelaskan dengan adanya materi ini akan memperjelas dalam membuat hingga mengimplementasikan kurikulum program sarjana terapan dengan menambahkan subjek yang diusulkan untuk manajemen perhotelan dari HILDIKTIPARI. Kegiatan maupun praktek diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi diluar kampus.

Di program kurikulum terbaru ini, mahasiswa akan belajar 8 semester, akan magang atau belajar diluar kampus selama 2 semester. Mahasiswa akan lebih mendalami materi mengenai entrepreneurship, leadership, serta public speaking. Era revolusi industri 4.0 menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang siap kerja. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum prodi perhotelan sangat diperlukan. Era digitalisasi ini telah membawa dampak signifikan terhadap tata kelola dunia perhotelan dan pariwisata, serta tidak dipungkiri semakin berkembang pula jenis pekerjaan baru. Dengan demikian, mahasiswa di bidang Perhotelan dan Pariwisata tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga harus inovatif dengan pengayaan di sejumlah sektor.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat via What'sApp Klik Disini!