Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

FGD Kurikulum Sarjana Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

Focus Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum Sarjana Usaha Perjalanan Wisata Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dilaksanakan pada Kamis (17/06/2021) secara daring dan luring. FGD ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan FGD yang dilaksanakan agar kurikulum program Sarjana Usaha Perjalanan Wisata sesuai dengan visi program studi tersebut, yaitu unggul dan berkarakter berbasis kewirausahaan serta berperan dalam pengembangan ilmu pariwisata yang berwawasan nusantara, berkualitas dan berdaya saing global di tahun 2030.

FGD Pengembangan Kurikulum ini dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor Seruni Dinitri, S.K.M, M.Par. Dalam sambutannya, Ketua STP Bogor berharap dengan adanya materi hari ini akan memperjelas dalam membuat dan juga implementasi kurikulum sarjana terbaru guna meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Bambang Trimahjudi, Owner Dipo Tour Aries Wardani, serta dosen dari Program Studi Sarjana Usaha Perjalanan Wisata. Ketua Program Studi S1 Dhanik Puspitasari, M.Pd, M.Par menjelaskan dengan adanya materi hari ini akan memperjelas dalam membuat hingga mengimplementasikan kurikulum program sarjana. Kegiatan maupun praktek Program Studi Sarjana Usaha Perjalanan Wisata lebih mendalami tentang travel.Di program kurikulum terbaru ini, mahasiswa akan belajar 8 semester, akan magang atau belajar diluar kampus selama 2 semester. Hal ini akan membuat mahasiswa bebas untuk memilih mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar atau mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi (magang).

Diakhir pemaparan, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dina Hariani, S.Hum, M.Par menyampaikan tentang evaluasi kurikulum. Menurutnya, melakukan evaluasi kurikulum dapat dilakukan setelah 5 tahun setelah angkatan pertama menggunakan kurikulum terbaru ini. Hal paling penting kompetensi mahasiswa dan skill mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat via What'sApp Klik Disini!